Media atau alat-alat audio-visual adalah alat-alat
”audible” artinya dapat didengar dan alat-alat ”visible” artinya dapat dilihat.
Alat-alataudio-visual gunanya untuk membuat cara berkomunikasi menjadi
efektif.Media audio-visual merupakan bentuk media pengajaran yang terjangkau. Video
merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dalam
media video terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu audio dan
visual.
Adanya unsur audio memungkinkan peserta didik untuk dapat
menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual
memungkinkan penciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasi. Menurut
Ronald Anderson (1994:99), media video adalah merupakan rangkaian gambar
elektronis yang disertai oleh unsur suara audio juga mempunyai unsur gambar yang
dituangkan melalui pita video (video tape).
Beberapa contoh media audio visual adalah
film, video, program TV dan lain-lain
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara
danunsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena
meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini dibagi lagi ke
dalam dua kategori, yaitu:
1. Audio-visual diam yaitu: media yang menampilkan
suara dan gambar diam seperti: film bingkai suara, film rangkai suara, dan
cetak suara.
2. Audio-visual gerak yaitu: media yang dapat menampilkan unsur
suaradan gambar yang bergerak seperti: film suara dan video-cassette,televisi,
OHP, dan komputer.
Kelebihan dan Kelemahan Media Audio Visual Setiap jenis
media yang digunakan dalam proses pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan
begitu pula dengan media audio visual. Arsyad (2011: 49−50) mengungkapkan
beberapa kelebihan dan kelemahan media audio visual dalam pembelajaran sebagai
berikut.
a. Kelebihan media audio visual:
1) Film dan vidio dapat melengkapi pengalaman dasar
siswa.
2) Film dan vidio dapat menggambarkan suatu proses secara
tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika perlu.
3) Di samping mendorong dan meningkatkan motivasi film dan
video menanamkan sikap-sikap dan segi afektif lainnya.
4) Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat
mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa.
5) Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya
jika dilihat secara langsung.
6) Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar
atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen maupun homogen maupun perorangan.
7) Film yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu
minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit.
b. Kelemahan media audio visual:
1) Pengadaan film dan video umumnya memerlukan biaya mahal
dan waktu yang banyak.
2) Tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin
disampaikan melalui film tersebut.
3) Film dan vidio yang tersedia tidak selalu sesuai dengan
kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali dirancang dan diproduksi
khusus untuk kebutuhan sendiri.
Dari uaian di atas dapat disimpulkan bahwa kelebihan dan
kelemahan media audio visual yang berupa film dan video bukan merupakan suatu
kendala dalam proses pembelajaran.
Langkah langkah Pengembangan media audio visual
Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang
harus ditempuh oleh pengembang dalam membentuk produk, pengembang tinggal
mengikuti langkah-langkah seperti yang terlihat dalam model pengembangan.
Prosedur pengembangan berguna untuk lebih memperjelas tentang bagaimana langkah
prosedural yang harus dilalui agar sampai ke produk yang dispesifikasikan. Prosedur
pengembangan media audio visual VCD, berdasarkan model pengembangan Haryono
(1987) sebagai berikut :
1. Tahap pembuatan rancangan Dalam tahapan pembuatan
rancangan ini, dilakukan perancangan terhadap isi atau garis besar isi program
media yang terdiri dari tiga komponen, yaitu :
a. Penetapan Topik
Topik disebut juga pokok bahasan. Pokok bahasan menjadi
dasar pengajaran dan menggambarkan ruang lingkupnya. Topik ditentukan
berdasarkan kurikulum yang digunakan pendidik dalam mengajar.
Untuk media audio visual telah dibakukan dalam silabus
Pembelajaran Bahasa Inggris dengan media audio visual VCD. Adapun topik yang
telah ditentukan dalam silabus media audio visual VCD sebagai berikut :
1) Konsep, peranan dan lingkup media audio visual VCD
2) Klasifikasi dan karakteristik media audio visual VCD
3) Produksi media audio visual VCD
4) Bentuk penyajian dan klasifikasi media audio visual
VCD
Agar topik sesuai dengan kurikulum dan dibutuhkan
peserta didik maka dilakukan analisis kebutuhan belajar peserta didik. Analisis
kebutuhan belajar peserta didik dalam pengembangan media audio visual VCD dalam
Proses belajar mengajar masih cenderung menerapkan cara-cara konvensional.
Metode ceramah masih menjadi satu-satunya metode yang sering digunakan untuk
menyampaikan pesan kepada peserta didik.
Fenomena pembelajaran klasikal yang terjadi pada
Madrasah Ibtidaiyah tersebut membawa dampak ikutan dan kendala bagi pendidik,
khususnya pendidik Bahasa Inggris. Salah satu kendala yang sering terjadi adalah
distorse atau noise. Selain itu ada kendala lain seperti keterbatasan fisik dan
tingkat interpretasi peserta didik terhadap pesan yang disampaikan pendidik
yang tidak sama satu sama lain.
Berdasarkan hal-hal di atas, maka seorang pendidik
memerlukan kehadiran media untuk mengatasi berbagai hambatan yang dijumpai di
kelas. Media-media tersebut banyak sekali macamnya. Salah satu media yang
pengembang tawarkan adalah media audio visual VCD. Sedangkan mata pelajaran
yang hendak diatasi kendalanya agar mudah dalam memahami pelajaran kosa kata
Bahasa Inggris, sehingga peserta didik akan lebih tertarik dan mudah
menerjemahkan arti kosakata tersebut. Selama ini sering kali pendidik mengalami
kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif untuk mata pelajaran
Bahasa Inggris.
Alasan penerapan dan penggunaan media audio visual VCD
ini untuk meminimalisasidistorsi karena media audio visual ini mudah
penggunaannya: media audio visual VCD ini mampu menarik perhatian peserta didik
dan mampu merangsang peserta didik untuk belajar serta menarik minat peserta
didik terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, sehingga pesan yang disampaikan
dapat ditangkap dengan baik.
b. Merumuskan Tujuan Instruksional
Tujuan instruksional dirumuskan setelah topik
ditentukan. Dalam tujuan instruksional disebutkan kemampuan, pengetahuan dan
sikap yang diharapkan dimiliki oleh sasaran didik setelah berperan serta dalam
proses belajar dengan media. Tujuan instruksional ada dua yaitu tujuan
instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. Perumusan tujuan
instruksional dalam pengembangan Media Audio Visual VCD untuk pembelajaran
kosakata Bahasa Inggris ini dilakukan setelah topik ditentukan dengan
menggunakan cerita yang operasional dan berorientasi pada sasaran didik. Selain
itu menggambarkan kemampuan, ketrampilan atau sikap yang harus dipunyai peserta
didik setelah mengikuti kegiatan instruksional. Tidak kalah penting sifat-sifat
sasaran didik tetap menjadi bahan pertimbangan.
Pemanfaatan media yang baik serta memadai, diharapkan
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minatnya, sehingga proses
pembelajaran berjalan dengan baik dan menggairahkan. Media-media tersebut dari
tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan, karena masing-masing media itu
mempunyai kelemahan. Oleh karena itu perlu diadakan penemuan media baru dan
pemanfaatan media yang baru. Karena peserta didik cepat merasakan kebosanan,
saat menerima kuliah. Sebab dengan media yang kurang menarik akan bersifat
verbalistik. Maka diadakan perbaikan media guna menunjang proses belajar
mengajar. Pengenalan media audio visual VCD dalam pembelajaran kosa kata Bahasa
Inggris dapat menarik perhatian peserta didik serta lebih komunikatif dan
diharapkan dapat mengatasi masalah kondisi belajar. Begitu juga penggunaan
media audio visual VCD sebagai sumber belajar, maka kegiatan belajar mengajar
akan lebih menarik serta mempermudah pemahaman dan akhirnya keberhasilan proses
pembelajaran.
Dengan menggunakan media audio visual dalam
pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris diharapkan menarik perhatian audiens
serta lebih komunikatif dan diharapkan dapat mengatasi kondisi belajar.
Sinopsis dalam pengembangan media audio visual ini sebagai berikut :
Media audio visual VCD berfungsi untuk menyalurkan
pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera
penglihatan dan pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol
komunikasi visual (Sadiman, dkk, 1993: 28).
Cerita yang ditampilkan dalam media audio visual VCD
ini harus dengan benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan
efisien. Secara khusus media audio visual VCD berfungsi untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan sebuah cerita yang dapat
membantu dalam pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris. Selain Menarik media
audio visual yang menampilkan cerita berbahasa Inggris dengan terjemahan akan
lebih mudah dipahami peserta didik. Ragam media audio visual, meliputi film
VCD, kaset, dan lain sebagainya.
2. Tahap Produksi Program
Memproduksi program adalah mengubah naskah menjadi
program. Dalam pengembangan media audio visual VCD ini memproduksi program
berarti mengubah naskah menjadi program dalam bentuk VCD. Pada pembuatan
produksi media audio visual ini tidak lupa direview oleh para ahli baik itu
ahli media/design dan ahli isi atau grafis. Setelah naskah diubah dalam media
audio visual VCD pengembang minta pertimbangan dari para ahli media tentang
produk yang dibuatnya, tentang saran dan kritiknya. Sehingga sebelum
diujicobakan telah direview, karena tugas reviewer mengkaji kelemahan-kelemahan
yang masih ada dan memberikan saran-sara perbaikan. Bila produk masih ada
kelemahan, pengembang merevisi atau memperbaiki.
Metode yang dipakai untuk mereview adalah wawancara.
Jadi wawancara disini hanya untuk mengkaji kelemahan-kelemahan yang masih ada
dan saran-saran perbaikan dalam produk media audio visual VCD.
3. Tahap Uji Coba
Tahap uji coba perlu dilakukan karena hasil produksi sesuatu
program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik sekali, belum tentu
mampu merangsang proses belajar sasaran didik, terkadang sulit dipahami
sehingga program tersebut tidak dapat dikatakan baik. Maksud diadakan uji coba
untuk melihat efektifitas program tersebut bila digunakan oleh sasaran didik
yang dituju. Dalam uji coba media VCD ini melalui beberapa tahapan yaitu :
a. Menentukan tujuan diadakan uji coba; Dalam
pengembangan media audio visual ini tujuan uji coba adalah untuk melihat efektivitas
program atau produk yang dibuat dilihat dari sudut menarik tidaknya program
atau produk media audio visual tersebut.
b. Membuat alat uji coba; Pembuatan alat uji coba
perlu dilakukan supaya data-data yang berkaitan dengan efesiensi dan efektivitas
program dapat dikumpulkan melalui alat uji coba. Alat uji coba dibuat sebelum
pengembang melakukan uji coba. Dalam pengembangan media audio visual ini alat
uji coba berupa angket terbuka (check list). Keterangan tentang angket dan
subjek coba dijelaskan pada bagian uji coba produk.
4. Tahap RevisI
Apabila dirasa perlu untuk revisi, bagian mana yang dianggap
perlu kurang tepat ? apakah pada bagian uji cobanya, pembuatan rancangannya,
penulisan naskahnya atau produksi programnya. Jika dirasa tidak perlu revisi,
maka pengembangan produk dinyatakan selesai.
5. Uji Coba Produk
Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data
yang dapat dipergunakan sebagai landasan untuk menetapkan tingkat
keefektivitasan, efesiensi dan daya tarik dari produk yang dihasilkan.
1. Persiapan Kegiatan
Persiapan dari seorang pendidik yang akan mengajar dengan
menggunakan program kaset video antara lain:
1. Membuat satuan pelajaran sebagaimana biasa dengan
mencantumkan media video
2. Mempelajari terlebih dahulu program yang akan
disajikan pada peserta didik, agar lebih diketahui secara pasti materi apa yang
akan disajikan sehingga apabila terdapat kekurangan dapat diketahui terlebih
dahulu.
3. Mempelajari terlebih dahulu kata-kata atau istilah
yang perlu disajikan kepada peserta didik sebelum menyaksikan program.
4. Akan lebih baik lagi dilakukaa priview bersama dua
atau tiga orang peserta didik. Peserta didik yang ikut menyaksikan preview
diberi kesempatan agar mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan program
ini. Pertanyaan tersebut tidak perlu dijawab pada saat itu juga akan tetapi
merupakan bahan pertimbangan bagi pendidik.
5. Menyiapkan peralatan yang akan dipergunakan agar
dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan tidak perlu mencari-cari
lagi.
2. Pelaksanaan
Beberapa hal yang perlu di ketahui dalam mengajar
dengan media video antara lain:
a. Ruang penyaji Ruangan yang di pergunakan untuk
pelaksanaan proses pembelajaran dapat berupa ruang kelas, aula, lap atau ruang
khusus untuk penyajian program-program media pendidikan. Ruangan ini harus
memiliki aliran listrik dan dapat digelarkan atau setengah gelap.
b. Peralatan yang dipergunakan Mengajar dengan
menggunakan media video memerlukan peralatan: 1) Video tape recorder
(VTR).
2) Televisi monitor atau TV monitor.
3) Kabel-kabel listrik dan kabel monitor.
c. Tata letak peralatan Meletakkan TV monitor di dalam
ruang kelas harus di tempat yang strategis sehingga peserta didik yang ada di
dalam ruang tersebut dapat melihat dan mendengarkan program dengan jelas. Untuk
itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1) Letakkan TV monitor disebelah kiri atau kanan papan
tulis. Usahakan agak tinggi agar pandangan peserta didik yang ada di bagian
depan tidak terganggu. Kegunaan meletakkan TV monitor disebelah kiri atau kanan
papan tulis ini, apabila akan menggunakan papan tulis tidak terganggu TV
monitor.
2) Meletakkan TV monitor dapat juga dibagian tengah di
depan kelas. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu bila kita hendak mendengarkan
papan tulis tentunya akan terhalang oleh TV monitor tersebut.
d. Langkah-langkah Pelaksanaan.
Langkah pertama, yakinkan bahwa semua peralatan sudah
lengkap dan siap untuk disiapkan. Jelaskan pada peserta didik bahwa kita akan
menyaksikan program video. Jelaskan lebih dahulu tentang tujuan yang ingin
dicapai. Jelaskan lebih dahulu kata - kata atau istilah yang dianggap sulit dan
harus diketahui oleh peserta didik sebelum menyaksikan program video yang akan
disajikan. Jelaskan pula apa yang harus dilakukan peserta didik selama
menyaksikan program video. Apabila peralatan, program, pendidik dan peserta
didik siap penyajian program video dapat segera dimulai. Apabila dipandang
perlu untuk memberi penjelasan tambahan sewaktu program sedang disajikan, maka
program tersebut dapat dihentikan untuk sementara. dalam menghentikan program
harus dipilih saat yang paling tepat yaitu pada bagian apa pada program
tersebut dapat dihentikan sehingga tidak mengganggu keseimbangan penyajian
program.
REFERENSI
Sofhwan, Ali. Pengggunaan Media Audio Visual Dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada mAta Pelajaran Fiqih
https://www.academia.edu/2458810/PENGGUNAAN_MEDIA_AUDIO_VISUAL_DALAM_MENINGKATKAN_HASIL_BELAJAR_SISWA_PADA_MATA_PELAJARAN_FIQIH
http://digilib.unila.ac.id/3817/17/BAB%20II.pdf
Komentar
Posting Komentar